WARNING

Assalamu’alaikum Wr Wb

Salam Sejahtera,
Netter Yth, sebelum anda membuka lebih dalam web blog ini ada baiknya anda menyimak dan membaca terlebih dahulu
’Warning & Peringatan” yang perlu saya sampaikan sebagai berikut :


Blog ini saya sajikan karena rasa kecintaan dan kepedulian saya untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali budaya leluhur tanah Jawa, khususnya untuk hal-hal yang berhubungan dengan klenik, mistik, metafisika dan supranatural aliran kejawen, yang merupakan peninggalan para wali (Wali Songo), Habaib, Ulama, Auliya dan Pinisepuh Kraton Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat. Blog ini saya kutip dari berbagai sumber referensi dan sebagian juga berasal dari pengalaman spiritual saya dalam menggali dan mempelajari berbagai ilmu metafisika, supranatural, makrifat aliran kejawen. Blog ini akan menyajikan berbagai wirid, rapalan dan ritual kejawen untuk menguasai ilmu-ilmu kekebalan, kesaktian, pengasihan, penglarisan, serta ilmu penyembuhan dan ketabiban berdasarkan tradisi kejawen.

Sejak awal sebelum blog ini di ’upload’ saya menyadari akan banyak menimbulkan kontroversi dan polemik tentang materi dan content yang ada didalamnya, karena banyak kalangan yang pasti akan mengklaim bahwa blog ini menyebarkan dan memprogandakan ajaran yang berbau bid’ah, khurafat, yang bertentangan dengan Alqur’an, Al hadist dan Sunnah Rasul.

Perlu saya sampaikan disini bahwa saya juga seorang muslim yang mengakui rukun Iman maupun rukun Islam, Saya juga berpegang berpedoman pada Alqur’an,. Al hadist dan Sunah Rasul, Saya juga melaksanakan Ibadah Sholat Wajib, Sholat Sunnah, Puasa Ramadhan, Puasa Sunah Senin-Kamis dll, Setiap akhir Ramadhon saya juga selalu membayar Zakat, Infak dan Shodaqoh dan Insya Allah kalo diberikan kelebihan Rizki akan melaksanakan ibadah Haji sebagaimana yang dilaksanakan oleh kaum muslimin lainnya. Saya bukanlah seorang paranormal, dukun, orang pinter atau sejenisnya, Saya hanyalah hamba Allah yang dhohir penuh dengan kebodohan dan ketidaktahuan, karenanya setiap masukan sumbang saran, pertanyaan, kritik dan komentar selalu saya nantikan, dan Insya Allah akan saya respon degan sebaik mungkin sebatas pengetahuan yang saya miliki.

Terkait dengan urusan kecintaan dan kepedulian saya terhadap tradisi khususnya tradisi budaya kejawen lengkap dengan segala assesories pendukungnya (amalan wirid, rapalan, ritual, puasa kejawen dll) seperti yang saya ’upload’ dalam blog ini, ijinkanlah saya meyakini hal yang mungkin berbeda dengan prinsip dan pandangan anda sekalian, coz it’s my life and every body have a choice.


Bagi para netter, pengunjung blog yang berbeda pandangan dengan saya, anggap saja artikel maupun content yang saya posting dalam blog ini sebagai wacana, sharing informasi dan khasanah pengetahuan dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan kembali budaya warisan leluhur tanah jawa. Jadi intinya saya sama sekali tidak bermaksud menyebarkan ajaran yang berbau bid’ah, khurafat, atau hal-hal lain yang bertentangan dengan Alqur’an, Al hadist dan Sunnah Rasul. Materi yang saya ’up load’ dalam blog ini semata-mata karena rasa kecintaan dan kepedulian saya untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali budaya leluhur tanah Jawa


Akhirnya semuanya saya serahkan kepada pribadi anda masing-masing dan tergantung pada pilihan anda sendiri. Saya ucapkan ’SELAMAT’ bagi anda yang akan mencoba melaksanakan amalan wirid, rapalan, ritual, puasa dll, Lakukanlah dengan ikhlas dan sepenuh hati. Jangan terlalu memaksakan diri bila belum mampu, tetaplah sabar dan tawakal. Janganlah menjadikan hal-hal yang bersifat duniawi semata sebagai tujuan amalan anda.

Apabila nantinya setelah anda melaksanakan amalan wirid, rapalan, ritual, puasa dll, sebagaimana uraian dalam blog ini ternyata panca indera anda menjadi lebih tajam dan peka terhadap dunia lain, tubuh anda menjadi kebal & lebih bugar, usaha dan bisnis anda menjadi lancar, lebih dicintai dan disegani banyak orang, bisa “ini-itu” atau anda mengalami hal-hal aneh lainnya, anggap saja Itu semua hanyalah bonus belaka. Bonus dari amalan dan lelaku yang anda laksanakan dengan penuh keikhlasan semata-mata mengharapkan Ridho Illahi.

Jangan jadikan diri kita menjadi pribadi yang sombong, angkuh, takabur, pamer kadigdayan, merasa paling bener, paling suci, paling takwa, paling pinter, dumeh pinter terus keblinger dan akhirnya menjadi pribadi yang jahil yang suka berbuat keonaran, melecehkan dan merendahkan orang lain, yang meresahkan dan merugikan masyarakat umum. Karena sesungguhnya : La qaula wala quwatta illa billah, ”Tiada daya dan kekuatan melainkan milik Allah semata”.

Semoga ALLAH S.W.T menjadikan diri kita menjadi pribadi yang selalu bersabar, bertawakal, mawas diri, mensyukuri nikmat, bermartabat, dan menjadi warga masyarakat dan warga negara yang berbudi pekerti luhur.

Billahitaufiq Wal Hidayah,

Wassalam.

Blog Administator.

Hamba Allah yang Dhohir ...

..

28 Response to "WARNING"

  1. arief says:
    21 Juli 2009 11:46

    Alhamdulillah . . di zaman spt ini akhirnya masih ada juga orang yg mencintai dan melestarikan budaya bangsa. Sukses slalu Mas ! Salam kenal

  2. arief says:
    21 Juli 2009 11:48

    Alhamdulillah . . di zaman spt ini akhirnya masih ada juga orang yg mencintai dan melestarikan budaya bangsa. Sukses slalu Mas ! Salam kenalbealock

  3. Guntur Pandu Bhumi says:
    21 September 2009 18:39

    Salut, mari kita bersama-sama melestarikan budaya Jawa. Jika anda berkenan, kita bisa saling membuat tautan di blog masing-masing.
    (kunjungi http://lelenggono.wordpress.com)

  4. Guntur Pandu Bhumi says:
    21 September 2009 18:40

    Salut. Mari kita berbagi tautan ke dalam masing-masing blog. Silakan kunjungi www.lelenggono.wordpress.com

  5. Bagus Panuntun says:
    25 Oktober 2009 12:14

    Alhamdulillah . . di zaman spt ini akhirnya masih ada juga orang yg mencintai dan melestarikan budaya bangsa. Sukses slalu Mas ! Salam kenal.

  6. isnu says:
    30 Oktober 2009 13:26

    Salam kenal saya Jati, terima kasih anda telah menambah satu kekuatan bagi kembalinya kejawen, namun mohon difikirkan dulu masukan berikut :
    1. Kejawen telah ada sejak 6000 tahun silam.
    2. Islam baru masuk ke tanah Jawa paling banter lebih kurang 700 tahu lalu.
    Mana mungkin kejawen memakai istilah islam. Jadi perlu dipertanyakan jika ada orang pingin mengangkat kejawen tapi masih bercampur dengan islam. Ajaran tulen kejawen sudah dapat dipastikan tak ada istilah islam. Kejawen is Kejawen.Islam is Islam.
    That is my choise.
    Begitu mas penulis.
    Salam rahayu, suwun.

  7. samsul arifin says:
    3 November 2009 15:25

    org yg menentang krn hatinya belum terbuka mas, kita doain aja

  8. Istanto says:
    5 November 2009 11:28

    Insya Allah.Semoga menjadi kebaikan bagi Anda dan kebaikan manfaat bagi semua. Amin.

  9. Anonim Says:
    16 November 2009 18:18

    Cuplikan di Thread lain ttg Kejawen.

    Justru itu, saya sedang berjuang untuk Kejawen tidak pinjam istilah dalam agama islam lagi. Jadi, kita semua mempunyai buatan sendiri. Umumnya kalau Kejawen pinjam istilah dalam agama Islam, jangan harap. Bisa-bisa Kejawen dianggap sesat oleh orang Islam. Buktinya, Kejawen sering disingkirkan oleh Islam, malahan dibasmi oleh Islam. Jangan berharap dan tergantung dari agama lain. Apakah Anda ingin kaki Anda tergantung dengan kaki orang lain ?.

    Tata cara Agama Kesatuan Republik Indonesia ini tergantung dari diri kita sendiri, jadi ritualnya tidak ada penetepan. Jadi, berdoa juga sesuai yang kita inginkan, cara doanya juga sesuai kita inginkan. Jadi tidak ada penetepan. Memang Kejawen selalu tergantung dengan agama luar negeri ya ?. Saya prihatin malah begini, datang Hindu, Kejawen menjadi Kejawen-Hindu, datang Kristen menjadi Kejawen-Kristen, datang Buddha menjadi Kejawen-Buddha, datang Islam menjadi Kejawen-Islam, kenapa Kejawen selalu tergantung dengan agama luar negeri ?. Saya ingin Kejawen itu mempunyai sesuatu sendiri bukan tergantung dengan agama lain. Agama lain sudah mempunyai ritual masing-masing dan mana mau mereka bersatu dengan Kejawen. Mereka ingin berdiri sendiri dan tidak mau bersatu dengan siapa pun.

    Anda berpikir saja Islam-Buddha tidak akan ada di dunia ini yang seperti itu. Islam ingin berdiri sendiri, Buddha ingin berdiri sendiri. Seharusnya Kejawen juga berdiri sendiri. Soal Buku Suci, saya sudah membuatnya dan pemimpinnya adalah saya dan saya yang bertanggung jawab atas agama-agama buatan Indonesia maupun Kejawen, Sunda Wiwitan, Parmalim dll. Makanya saya harap Kejawen sadar bahwa Kejawen itu tidak diharapkan oleh agama-agama dari luar negeri. Jangankan harapkan mereka mau berdekatan dengan Kejawen kecuali Agama Kesatuan Republik Indonesia.

  10. anto says:
    19 Desember 2009 21:30

    Perjuangkan sampai kapanpun budaya leluhur bangsa sendiri bukan budaya luar ..penjajahan masih terus menyerang bangsa kita ,diantaranya penjajahan budaya,agama,pendidikan,teknologi,norma ..dll

  11. anto says:
    19 Desember 2009 21:32

    Pa e..ma e ... mari kita buat partai kejawen..untuk menguatkan budaya jawa ...kita cari pemimpin yang memiliki filosofi kejawen...

  12. Anonim Says:
    20 Januari 2010 10:39

    All yang ada adalah kehendaknya,tak ada upaya bagi hamba untuk mengatakan bener or tidak,yang jelas selama dalam koridor al qur'an n as sunnah semua pasti selamat......
    Semua yang anda miliki n ketahui hanyalah sedikit,,,,ini kata allah dalam alquran.....dalam hal ghoib.
    Selama ajaran kejawen tidak menyimpang dr alqur'an n as sunnah it's ok aja,tapi klu udah menyimpang harap jgn di tolerir,,,krn islam adl agama yang sempurna,bukan begitu sodaraku?????

  13. Anonim Says:
    2 Mei 2010 05:20

    Aslkm.... perkenalkan nama saya muhammad fauzi....
    hal ini msh jadi pro n kontra....
    menurutq slama ilmu ni g menentang ajaran islam.. gpp n paling utama bermanfaat bwt orang banyak... yg positif...
    n kembali dari awal.. ilmu ni diniatkan kepada sapa??? kl kepada Allah.. y syukur alhamdulillah....
    Karena sesungguhnya qt di dunia ni tidak memiliki apa-apa... Allah-lah yg memiliki seluruh apa yg ada di dunia ni n akhirat

  14. ngabehi says:
    15 Mei 2010 11:40

    salam karaharjan mas..
    saya sangat mendukung langkah2 penjenengan ini, teruslah melangkah maju tanpa ragu, semoga membawa manfaat dunia akherat.

  15. aryodarmo says:
    19 Juli 2010 06:22

    lestarikan terus budaya bangsa pak..
    pak kalo boleh sy minta keterangan dan cara melakukan perhitungan jawa kuno ataw biasa di sebut NEPTU pak untuk berbagai aspek seperti hari baik,perkawinan,perjodohan dan lain-lain,,untuk kesedianya sy ucapkan terimakasih

  16. Sugihrespati says:
    21 Agustus 2010 14:35

    Insya Allah.Semoga menjadi kebaikan bagi Anda dan kebaikan manfaat bagi semua. Amin.

  17. abdul rachman says:
    22 November 2010 15:33

    maaf,,,, yag tertulis merah: La qaula wala quwatta illa billah, agar dikoreksi menjadi: Laa Haola wa laa quwwata illa billah,,,
    Terimakasih

  18. Orang Indonesia says:
    28 Desember 2010 11:32

    Aninym berkata:
    All yang ada adalah kehendaknya,tak ada upaya bagi hamba untuk mengatakan bener or tidak,yang jelas selama dalam koridor al qur'an n as sunnah semua pasti selamat......
    Semua yang anda miliki n ketahui hanyalah sedikit,,,,ini kata allah dalam alquran.....dalam hal ghoib.
    Selama ajaran kejawen tidak menyimpang dr alqur'an n as sunnah it's ok aja,tapi klu udah menyimpang harap jgn di tolerir,,,krn islam adl agama yang sempurna,bukan begitu sodaraku?????
    -----------------------------------
    Kalo menurut saya sih... yang namanya Islam dan kejawen itu tidak ada yang bertentangan... Tapi kalo BUDAYA ARAB DENGAN KEJAWEN itu banyak yang tidak sesuai... tapi koq kenapa kejawen yang disuruh menyesuaikan diri dengan budaya Arab? Heran saya... Atau Anda yang mungkin tidak/belum bisa membedakan antara ISLAM DENGAN BUDAYA ARAB... Kita nggak hidup di padang pasir Gan... Kalau masalah sempurna, hampir semua penganut agama yang ada di dunia ini (yang DUNGU terutama) pasti bilang agamanya yang paling sempurna... (Soalnya takut masuk neraka sih) Oleh karena itu, kalo Anda belajar Islam, harus kaffah... Gak boleh ikut-ikutan... Apalagi sampe lupa sama budaya leluhur... Bukankah itu juga bagian dari berbakti kepada kedua Orang Tua yang nyata-nyata diwajibkan dalam islam? Orang Jawa (Nusantara) harus punya JATI DIRI, jangan asal impor budaya orang lain.. Mental ikut-ikutan harus diberangus dari bumi nusantara...
    Maaf, jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati Anda...

  19. Bhagus says:
    20 Januari 2011 15:00

    Alhamdulillah semoga niat baik anda akan selalu menjadi kebaikan bagi umat_dan semoga anda selalu ada dalam lindungan Alloh SWT,SALAM KENAL DARI SAYA.

  20. Anonim Says:
    11 Februari 2011 20:53

    syukur kita jungjung tinggi budaya kita

  21. Anonim Says:
    26 April 2011 13:58

    saya kris,ikut nongkrong gan,islam agamaku,kejawen budayaku,indonesia negeriku,kejawen bukan agama makanya bisa berbaur dengan berbagai macam agama,menurut saya pribadi kejawen sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran islam karena insya Allah,kejawen sdh mencapai derajat yg ckp tinggi dlm pandangan sy pribadi,tapi bilamana ada yg mengatakan kejawen itu bid'ah atau khurafat itu mungkn kejawen yg sdh tercampur dg agama atau ajaran yg bertentangan dg islam,bukan kejawen asli,tp yg jelas kita semua sdh berada di zaman yg org seharusnya lebih dewasa,sehingga tdk perlu mencemooh aliran atau ajaran agama yg berbeda,dg catatan ajran itu tdk membawa kerusakan di bumi yg kita diami ini,yg berarti memayu hayuning buwono,sy pribadi sngat tdk suka walaupun berarti sy tdk benci(hny tdk suka) apabila kt hrs mengikuti adat arab ataupun negeri lain sepenuhnya,karena bangsa besar karena budayanya,jd kt hrs pertahankan dan lestarikan budaya kejawen walaupun tdk menutup kemungkinan untuk menambah perbendaharaan budaya jawa yg tentu saja hrs di kembangkan krn tdk ada gading yg tak retak,bnyk kt yg ingin tertulis tetapi egoislah klo sy menulis terlalu banyak,jd ckp sekian dr saya dan mohon tambahan pengajaran dr anda smua yg baik hati ,salam

  22. becak_njungkel says:
    26 Mei 2011 06:56

    bagus kok....perlu dilestarikan..salam kenal

  23. Anonim Says:
    28 Juni 2011 18:35

    assalamu`alaikum w.w
    salam kenal nama ane arul bin thabrani asal ane bukittinggi,, n ane masih keturunan negri arab n pakistan,... menurut ane ni kejawen yg anda maksud itu kan budayanya daerah jawa yg di jadikan cara untuk beribadhah kepada Allah dengan tujuan mengharapkan karomah..... tapi klo menurut saya itu baguuuuuuus.... begitu juga didaerah minang kabau, banyak dari ortu dahulu yang memakai cara suluak ( istilah minang kabau ) emang caranya berbeda tapi maksudnya sama yaitu mendapatkan karomah...... menurut saya itu juga bagus..... namun.....!!!!!! dalam islam kan udah ada cara yg lebih dari semua itu.... ngapain kita harus repot² pakai cara leluhur yg rumit lagi merumitkan....(* pelajari lagi al-quran dan dalami kandungan al-quran*) insya Allah dengan do`a dan ibadah, Allah dengan rasa cinta nya menjaga anda dengan serdadu malaikatnya....seperti Allah telah menjaga Al-Quran untuk semua hambanya. satu hal lagi jangan jadikan dunia pedoman hidupmu,,, namun jadikanlah Al-Quran tuntunan mu

  24. bedah aura says:
    8 Juli 2011 15:10

    alhamdulillah,nice blog.mari kita bersama sama nguri uri,memberdayakan,membudayakan dan melestarikan budaya bangsa indonesia.kebatinan jawa.salam silaturahmi...

  25. QUANTUM SMART CENTER says:
    5 September 2011 22:09

    Alhamdulillah, salut masih ada orang yang masih mau "nguri2 kabudayan luhur". Semua bisa dipahami yang belum memahami berarti tidak punya "JAS MERAH" (jangan sekali2 melupakan sejarah. Islam masuk ke Indonesia jauh yang diperkirakan orang2 (banyak bukti sejarah yang otentik). Jadi anggapan orang bahwa kejawen lebih tua dari Islam tidak salah tapi juga tidak 100 % benar. Wallohu a'lam bish showwab.

  26. ViAndSun Shop says:
    23 November 2011 19:41

    saya cinta budaya indonesia... walau saya orang keturunan... tapi saya tetap cinta indonesia... maju jaya...

  27. Anonim Says:
    15 Januari 2012 13:08

    kejawen adalah pandangan hidup orang jawa. wong jawa nganggo jawane. sebelum semua agama masuk norma norma kejawen sudah ada. hidup KEJAWEN

  28. dede says:
    19 Januari 2012 09:25

    i like post!!!
    thanks
    :)